Salah satu strategi yang terkenal adalah ketika ia berpura-pura bekerja sama dengan Belanda. Kesempatan itu digunakan untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang yang kemudian dimanfaatkan untuk melanjutkan perlawanan.

 

Bersama istrinya, Cut Nyak Dhien, Teuku Umar menggunakan strategi gerilya untuk menghadapi pasukan Belanda.

Perjuangannya berakhir pada 11 Februari 1899. Teuku Umar gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda yang dipimpin Jenderal Van Heutsz di Ujong Kalak, Meulaboh.

 

Atas perjuangannya, Teuku Umar menjadi salah satu tokoh Aceh pertama yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1955.

 

2. Cut Nyak Dhien

 

Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Aceh Besar, pada 1848. Ia dikenal sebagai salah satu simbol keberanian perempuan Aceh dalam menghadapi penjajahan.