Teuku Cik di Tiro Muhammad Saman lahir di Pidie pada 1 Januari 1836. Selain dikenal sebagai ulama, ia merupakan salah satu tokoh penting yang kembali membangkitkan perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda.
Mulai 1881, ia mengorganisasi perlawanan dan menyerang sejumlah posisi pertahanan Belanda.
Bersama Teuku Chik Pante Kulu, perjuangannya berhasil memberikan tekanan besar terhadap pasukan kolonial.
Teuku Cik di Tiro meninggal pada Januari 1891 setelah diracun. Ia kemudian dimakamkan di Manggara, Indrapuri, Aceh Besar. Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepadanya pada 1973.
Baca Juga:Michael Dell Kucurkan Rp100 Triliun untuk 25 Juta Anak AS, Miliarder Indonesia Kapan Nyusul?
5. Teuku Nyak Arif