Bersama Teuku Umar, ia terlibat langsung dalam perjuangan melawan Belanda. Setelah suaminya gugur, Cut Nyak Dhien tidak berhenti melawan.

 

Dalam kondisi yang semakin sulit, ia tetap memimpin perjuangan secara gerilya hingga akhirnya ditangkap Belanda.

 

Cut Nyak Dhien meninggal pada 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.

Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepadanya pada 1964.

 

3. Cut Nyak Meutia