"Berkarya bisa memberi manfaat bagi pembaca dan tentu saja dinilai pahala di sisi-Nya. Mengabadikan kebaikan adalah dengan tidak mengingat-ingatnya," demikian pesan yang pernah beliau sampaikan.

 

Dari Bawah Pohon Sawo Annuqayah, Kenangan Itu Tak Pernah Pergi

 

Kini, sosok yang pernah menjadi tempat singgah Gus Dur setiap datang ke Annuqayah itu telah berpulang. Namun sebagaimana Gus Dur yang tetap hidup dalam ingatan bangsa melalui gagasan dan keteladanannya, KH Abdul Basith juga meninggalkan warisan yang tak akan lekang oleh waktu.

 

Kepergian beliau mungkin menutup satu bab perjalanan hidup, tetapi kisah, ilmu, dan jejak pengabdiannya akan terus dikenang oleh para santri, masyarakat, serta siapa pun yang pernah belajar dari ketulusan dan keluasan pikirannya.

 

Di bawah rindangnya pohon sawo Annuqayah, cerita tentang Gus Dur dan KH Abdul Basith mungkin telah menjadi kenangan. Namun kenangan itulah yang kini menjadi saksi bahwa dua tokoh besar tersebut pernah berjalan bersama, berbagi tawa, berbagi gagasan, dan mengabdikan hidup mereka untuk umat serta bangsa.