Pada Musyawarah Nasional (Munas) VII PB IKA PMII yang berlangsung pada 21–23 Februari 2025, Fathan terpilih sebagai Ketua Umum PB IKA PMII periode 2025–2030.

 

Terpilihnya Fathan menempatkannya di pucuk kepemimpinan organisasi alumni yang menghimpun para mantan kader PMII dengan latar belakang profesi dan pengabdian beragam.

 

Amanah tersebut sekaligus mempertemukannya kembali dengan keluarga besar pergerakan yang telah mengiringi langkahnya sejak menjadi aktivis mahasiswa.

 

Namun, perjalanan kepemimpinannya di PB IKA PMII terhenti sebelum masa jabatan berakhir. Pada Minggu (25/10/2026), kabar wafatnya Fathan menyebar dan mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan.

 

Ia meninggal dunia setelah menjalani pengobatan di Rusia. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, serta kolega yang pernah berjalan bersamanya dalam organisasi maupun pengabdian publik.