Dalam percakapan informal dengan Penulis di sebuah kafe di Sumenep, Senin (26/10/2026), dua wartawan yang bekerja di media cetak berbeda mengaku tidak memiliki kewenangan menentukan sendiri agenda liputan harian.
“Kita bisa apa bos, air cukup deras mengalir dari atas,” kelakar keduanya.
Pernyataan itu disampaikan dalam suasana santai. Namun, ungkapan tentang derasnya arus dari atas menyisakan pertanyaan yang lebih besar mengenai ruang gerak wartawan dalam menentukan isu yang dianggap penting bagi publik.
Beberapa hari sebelumnya, seorang wartawan media arus utama nasional juga menyampaikan pandangan serupa melalui sambungan telepon. Ia mengaku memiliki kedekatan personal dengan seseorang di RS BHC, tetapi menyatakan tetap bersedia menulis kasus tersebut apabila ada penugasan dari redaksi.
“Gimana perkembangan BHC? Lanjutkan! Kita sendiri mohon maaf, di sana (di BHC) ada guru saya. Tapi sudah saya sampaikan, bahwa walaupun demikian, selama belum ada perintah dari redaksi. Tapi kalau ada perintah, pasti akan juga saya tulis itu,” katanya.