Keterangan tersebut memperlihatkan dilema yang mungkin dihadapi seorang wartawan ketika hubungan personal bersinggungan dengan pekerjaan jurnalistik. Kedekatan dengan narasumber atau pihak tertentu bukanlah sesuatu yang otomatis keliru.

 

Persoalannya muncul ketika kedekatan itu berpotensi memengaruhi keputusan untuk menggali dan menyampaikan informasi yang relevan bagi publik.

 

Seorang wartawan media cetak lain yang beroperasi di Jawa Timur menyampaikan alasan berbeda. Ia mengaku tidak mengikuti perkembangan kasus Dani sejak awal sehingga merasa kesulitan menulisnya.

 

“Bagaimana saya akan nulis itu, wong saya tidak meliput sejak awal,” katanya.

 

Ia juga mengakui merasa sungkan terhadap seseorang di lingkungan internal RS BHC yang selama ini menjadi teman ngopi.