Rekam jejak Sri Mulyani dinilai menjadi salah satu alasan utama penunjukannya. Selain pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia, ia juga pernah menduduki posisi Managing Director sekaligus Chief Operating Officer World Bank Group, sehingga memiliki pengalaman luas dalam merancang kebijakan pembangunan serta pembiayaan multilateral.
Tak hanya itu, Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes, memperkuat reputasinya sebagai salah satu figur ekonomi paling berpengaruh di tingkat internasional.
IDA sendiri merupakan salah satu instrumen utama Bank Dunia dalam membantu negara-negara termiskin di dunia. Melalui skema ini, negara penerima memperoleh pinjaman berbunga sangat rendah hingga nol persen, bahkan hibah, untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga penguatan ketahanan ekonomi.
Proses pengisian kembali dana IDA dilaksanakan setiap tiga tahun sebagai upaya menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus mengevaluasi arah kebijakan program tersebut. Sejak siklus IDA18, proses ini dipimpin oleh dua ketua bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki keahlian di bidang pembiayaan pembangunan internasional dan seorang pejabat tinggi World Bank Group yang ditunjuk langsung Presiden Bank Dunia.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk mendukung investasi pembangunan di 115 negara. Sementara itu, siklus IDA22 akan resmi dimulai melalui Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan penggalangan komitmen pendanaan pada Desember 2027.