estoria.id – Sebuah makalah akademik yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bahan pertimbangan Nobel Perdamaian 2026 menjadi perhatian publik. Sorotan muncul setelah nama Presiden RI Prabowo Subianto tercantum sebagai penulis utama dalam dokumen ilmiah tersebut.
Makalah berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth" itu dipublikasikan melalui platform Social Science Research Network (SSRN) pada 31 Maret 2026. Naskah setebal 69 halaman tersebut disebut telah disusun sejak 13 Februari 2026.
Dalam dokumen itu, Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya dibahas sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Para penulis juga mengkaji MBG sebagai strategi pembangunan ekonomi berbasis ketahanan pangan yang dinilai mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Selain Prabowo Subianto, makalah tersebut ditulis bersama sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, di antaranya Prof. Dian Damayanti, Ashar Sunarso, Dr. Norhidayah Azman dari Malaysia, Iwan dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Gimbal Doloksaribu, Prof. Cicih Ratnasih, Mansuri, Dr. Sugiyanto Saleh, hingga Prof. Ninuk Lustyantie.
Kajian tersebut menggunakan pendekatan Action Design Research (ADR), yakni metode penelitian yang menggabungkan kajian ilmiah dengan perancangan solusi melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Data diperoleh dari wawancara, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), serta analisis berbagai dokumen kebijakan.