Karena itu, banyak ilmuwan menilai argumentasi Guillén mencampurkan konsep teologi dan kosmologi dengan cara yang tidak sesuai dengan metode ilmiah. Mereka menegaskan bahwa sains saat ini belum memiliki instrumen maupun teori yang mampu membuktikan keberadaan, apalagi menentukan lokasi fisik Tuhan di alam semesta.

 

Meski demikian, pernyataan Guillén kembali memantik perdebatan lama mengenai batas antara sains dan keyakinan. Bagi sebagian orang, teori tersebut dianggap menarik sebagai refleksi filosofis. Namun bagi komunitas ilmiah, klaim tentang lokasi Tuhan masih berada di luar ranah yang dapat diuji dan dibuktikan secara ilmiah.