"Seluruh organ tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Perut yang tampak membesar bukan karena kehamilan, melainkan akibat proses pembusukan jenazah," jelas Ni Made.

 

Di tengah hasil visum tersebut, keluarga korban mengaku menemukan sejumlah kejanggalan lain yang semakin memperkuat dugaan adanya tindak pidana.

 

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa polisi telah memperlihatkan rekaman CCTV kepada keluarga. Dalam rekaman di pintu masuk Bandara Juanda, mobil dinas Toyota Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP terlihat dikemudikan seorang pria seorang diri.

 

"Laki-laki itu yang ngambil tiket parkir. Tangan kirinya pegang setir, tangan kanannya mengambil tiket. Pakai masker putih, berkacamata minus, kaus warna biru, tidak memakai topi dan rambutnya ikal," kata Risang.

 

Yang membuat keluarga curiga, RJS sama sekali tidak terlihat dalam rekaman tersebut. Padahal jenazah korban kemudian ditemukan di kursi penumpang depan sebelah kiri mobil.