Ia menyebut, dalam kondisi tertentu hukuman bahkan dapat diberikan secara kolektif sebagai bentuk pembelajaran kedisiplinan kelompok. Meski demikian, Agus menegaskan bentuk hukuman yang diterapkan kepada peserta SPPI berbeda dengan hukuman yang biasa diterima prajurit TNI dan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing peserta.

 

Selain sanksi, pelatih juga memberikan penghargaan kepada peserta yang menunjukkan prestasi selama menjalani pendidikan guna meningkatkan motivasi.

 

Pengakuan TNI mengenai penerapan hukuman fisik ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap penyelenggaraan latsarmil SPPI. Hingga kini, lima peserta SPPI dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer di sejumlah lokasi pendidikan.

 

Kementerian Pertahanan sebelumnya menyatakan kelima peserta meninggal akibat masalah kesehatan yang berbeda-beda, seperti serangan jantung, gangguan pernapasan, hingga penyakit bawaan. Namun, rentetan kematian tersebut memicu perhatian publik dan mendorong evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar militer bagi peserta SPPI.

 

Menanggapi hal itu, Agus memastikan penyelenggaraan latsarmil di Brigif 1 Marinir Cilandak tetap berlangsung aman dan seluruh prosedur keselamatan diterapkan secara ketat.