Di sisi lain, Direktur Newport, Handoko Sasongko, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
"Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," kata Handoko.
Ia menegaskan aktivitas yang viral tersebut bukan merupakan bagian dari konsep promosi maupun program resmi perusahaan.
"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," ujarnya.
Meski demikian, Newport mengakui adanya kelemahan pengawasan di lapangan sehingga situasi tersebut dapat terjadi dan berkembang menjadi polemik nasional.