“Yang belum memenuhi standar diberikan waktu untuk menyelesaikan persyaratan. Kalau tetap tidak memenuhi, operasionalnya bisa dihentikan,” tegasnya.
Meski masih menjalani proses penataan, pemerintah memperkirakan jumlah penerima manfaat MBG pada 2027 tetap berada di kisaran 70 juta orang.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya mengungkapkan bahwa anggaran MBG tahun 2026 telah mengalami efisiensi. Dari pagu awal Rp268 triliun, anggaran sementara dipangkas menjadi sekitar Rp229 triliun. Namun angka tersebut juga belum final karena masih menunggu hasil evaluasi tata kelola program.
Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan efisiensi dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran negara lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Masih ada sejumlah penyesuaian yang sedang dilakukan agar penggunaan APBN benar-benar sesuai kebutuhan program,” ujarnya.