Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan, pemerintah saat ini masih melakukan verifikasi terhadap sekitar 39 ribu sekolah yang menjadi sasaran MBG. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan anggaran serta jumlah penerima manfaat yang lebih akurat.
Menurut Agustina, arahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berorientasi pada perluasan cakupan penerima manfaat, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaan program.
Evaluasi yang dilakukan mencakup kualitas makanan dan susu, proses pengemasan, distribusi, hingga penyimpanan bahan pangan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang berpotensi membahayakan kesehatan peserta program.
Sorotan terhadap MBG kembali menguat setelah ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang disediakan melalui program tersebut. Sedikitnya 265 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, mulai dari gatal-gatal hingga rasa tidak nyaman di mulut setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (13/08/2026).
Insiden tersebut mendorong pemerintah menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan serta mencopot penanggung jawab pelaksanaannya untuk kepentingan investigasi.