estoria.id - Perjalanan Muhammad Panji, atau yang lebih dikenal sebagai Panji Petualang, berubah menjadi momen yang mengkhawatirkan ketika ia menemukan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Temuan tersebut terjadi saat Panji bersama timnya melakukan perjalanan darat dari kawasan Pelabuhan Tanjung Batu menuju pusat Kabupaten Berau. Di tengah perjalanan, perhatian mereka tertuju pada kobaran api yang terlihat jelas dari sisi jalan.
Peristiwa itu direkam Panji dan kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @panjipetualang_real. Video berdurasi sekitar 1 menit 36 detik tersebut memperlihatkan api yang membakar vegetasi di pinggir jalur poros.
Kondisi malam yang gelap justru membuat kobaran api tampak semakin mencolok. Lidah api terlihat menjalar di antara semak, pepohonan, dan lahan yang berada tidak jauh dari badan jalan.
Panji terdengar kebingungan melihat besarnya api. Ia mengaku tidak membawa perlengkapan pemadam karena saat itu dirinya dan tim sedang dalam perjalanan menuju lokasi lain.
“Duh udah bingung mau ngomong apa... Ini kita mau lewat pindah lokasi ke tempat lain. Ada kebakaran hutan pas di pinggir jalan. Dan ini apinya besar banget guys, ini sekarang banget ini, lagi di Berau di Kalimantan Timur,” ujar Panji dalam rekaman tersebut.
Api Sulit Dipadamkan dengan Cara Sederhana
Panji kemudian memperlihatkan kondisi titik api dari sisi jalan. Kobaran api masih terlihat aktif dan semakin membesar.
Menurut Panji, kondisi tersebut tidak mungkin ditangani hanya dengan cara sederhana seperti menyiram menggunakan ember. Terlebih, ia melihat belum ada petugas pemadam yang berada langsung di titik api ketika dirinya tiba di lokasi.
“Mau matiin pakai apa coba? Kita enggak bawa alat juga, nyiram juga gimana? Warga juga enggak ada... Belum ada petugas yang datang, tapi sudah koordinasi,” katanya.
Ia kemudian menyoroti kobaran api yang menurutnya semakin membesar.
“Apinya makin gede guys, tuh lihat... Ini enggak bisa dimatiin cuma disiram ember ini mah, mustahil. Enggak bisa ini,” lanjutnya.
Meski demikian, Panji menyebut sudah ada koordinasi terkait kebakaran tersebut. Ia juga memperoleh informasi mengenai upaya penanganan yang sebelumnya telah dilakukan di kawasan tersebut.
Titik Api Disebut Berdekatan dengan Infrastruktur
Kekhawatiran Panji tidak hanya disebabkan oleh besarnya kobaran api. Ia juga menyoroti posisi titik kebakaran yang berada di sekitar infrastruktur penting.
Dalam keterangan unggahannya, Panji menyebut terdapat tiang listrik dan tower di dekat lokasi kebakaran.
“Ini cukup berbahaya, karena di sebelah kanan kita terdapat tiang listrik dan tower,” tulis Panji.
Kondisi tersebut membuat kebakaran dinilai perlu segera mendapat penanganan. Pasalnya, selain berdekatan dengan infrastruktur, titik api juga berada di kawasan pinggir jalan raya yang masih dilalui kendaraan.
Dalam video, Panji bersama rekannya tampak mengamati api dari sisi jalan sembari merekam situasi di sekitar lokasi.
Api Disebut Muncul dari Titik Berbeda
Berdasarkan informasi yang diterima Panji dari warga sekitar, kebakaran yang ia temukan bukan merupakan titik api pertama di kawasan tersebut.
Sebelumnya, api disebut muncul di lokasi lain dan telah berusaha ditangani secara bersama-sama oleh petugas dan masyarakat.
Penanganan tersebut melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama warga. Namun, setelah titik awal ditangani, api disebut kembali muncul dan kemudian merembet ke lokasi berbeda.
Kondisi inilah yang kemudian ditemukan Panji ketika melintas bersama timnya.
Kobaran api yang kembali muncul menjadi perhatian karena terlihat cukup besar dan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.
Warga Disebut Kelelahan, Air untuk Pemadaman Menipis
Upaya pemadaman juga disebut menghadapi kendala. Warga sebelumnya ikut membantu menangani kebakaran, tetapi tenaga mereka mulai terkuras setelah terlibat dalam proses pemadaman.
Persoalan lain adalah ketersediaan air.
Pasokan air yang digunakan dalam upaya pemadaman disebut telah habis, sementara kobaran api masih terlihat di sejumlah bagian lahan.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian karhutla, terutama ketika kondisi lahan kering dan api berpotensi bergerak mengikuti vegetasi yang mudah terbakar.
Panji pun menilai diperlukan penanganan dengan peralatan yang memadai agar api tidak semakin meluas.
Video Panji Tuai Perhatian Warganet
Video yang memperlihatkan kobaran karhutla tersebut kemudian mendapat perhatian luas setelah dibagikan di media sosial.
Sejumlah warganet ikut memberikan komentar terkait kondisi kebakaran di Berau. Presenter sekaligus figur publik Irfan Hakim juga tampak merespons unggahan tersebut.
“Ya Allaaaahhh,” tulis Irfan Hakim disertai emotikon menangis.
Komentar lain dari warganet turut menyoroti kondisi kebakaran yang disebut semakin parah di wilayah Berau.