estoria.id - Pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, saat diwawancarai awak media mengenai kasus kematian pasien di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep justru memunculkan tanda tanya baru.

 

Alih-alih memberikan penjelasan lebih jauh mengenai perkembangan persoalan tersebut, politisi PDI Perjuangan itu justru menyinggung nama Said Abdullah ketika awak media menggali sikap dan pengetahuannya terkait kasus yang sempat menjadi sorotan publik tersebut.

 

Awalnya, Zainal mempertanyakan alasan awak media kembali mengangkat persoalan kematian pasien RS BHC. Ia beralasan, keluarga almarhum telah memaafkan pihak rumah sakit dan sebelumnya sudah menggelar pertemuan dengan manajemen BHC.

 

"Memangnya kenapa dengan RS BHC Sumenep dengan kematian itu? Keluarga besar yang meninggal kan memaafkan dan sudah ada pertemuan antara pihak BHC dengan pihak keluarga," ujar Zainal, Sabtu (31/10/2026) siang.

 

Ia mengaku mengetahui informasi mengenai perdamaian tersebut dari Komisi IV DPRD Sumenep. Menurut informasi yang diterimanya, keluarga pasien dan pihak RS BHC telah melakukan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan kematian tersebut.