“Kalau Bapak Mahmudi mengambil inisiatif untuk menjadi penengah, mungkin iya. Paman saya sampai sekarang tidak mengutus siapa pun untuk komunikasi ke sana. Kalaupun ada yang kami utus bertemu pihak RS BHC, itu semata-mata untuk mendapat penjelasan secara medis terkait kematian Dani,” ungkap Y.

 

Menurut Y, hingga saat ini pihak rumah sakit belum pernah secara langsung mengajukan upaya perdamaian kepada keluarga. Sebaliknya, keluarga justru masih menunggu penjelasan medis yang dinilai menjadi hak mereka.

 

“Sampai saat ini RS BHC tidak mengeluarkan statement apa pun dan menjelaskan secara medis tragedi ini terjadi,” ujarnya.

 

Y juga mengungkapkan, ketika pihak rumah sakit mendatangi kediaman keluarga untuk bertakziah, mereka sempat menyampaikan bahwa hasil investigasi internal akan dijelaskan secara langsung. Namun, janji tersebut disebut belum terealisasi hingga kini.

 

“Kami sampai saat ini masih menunggu hasil investigasi dan penjelasan hasilnya secara medis dari RS BHC Sumenep,” imbuhnya.