Pemerintahan Marcos pekan lalu memastikan akan mengupayakan penangkapan terhadap dela Rosa. Namun hingga kini keberadaannya belum diketahui.

 

Dela Rosa membantah seluruh tuduhan dan mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung Filipina untuk menghentikan upaya penangkapannya. Ia beralasan surat penangkapan dari pengadilan asing tidak memiliki dasar hukum di Filipina, meski argumen tersebut telah ditolak pejabat hukum tertinggi pemerintah setempat.