Program tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa, mulai dari akses permodalan, distribusi hasil panen, pupuk, kebutuhan pokok, hingga layanan ekonomi dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Desa yang kuat secara ekonomi akan mampu menopang pembangunan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar. Semangat gotong royong harus terus dijaga untuk membangun daerah bersama-sama,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai refleksi penting untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
Bagi Imam Hasyim, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses memuliakan manusia dengan menggali dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki setiap anak bangsa.
“Hakikat pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia. Inti dari pendidikan sejatinya adalah memuliakan manusia,” pungkasnya.