“Bahasa daerah adalah identitas dan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian bahasa daerah, baik melalui pendidikan formal maupun kegiatan kebudayaan di masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Sumenep juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari lembaga pendidikan, komunitas budaya, pegiat bahasa, hingga tokoh masyarakat agar gerakan revitalisasi bahasa daerah berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.
Fauzi menegaskan, bahasa Madura tidak boleh kehilangan eksistensinya di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terus bergerak cepat.
“Bahasa Madura tidak boleh punah, karena ini merupakan bagian dari identitas Madura,” tegasnya.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol seremonial semata, melainkan menjadi pemicu semangat bersama untuk terus menjaga dan mewariskan bahasa daerah kepada generasi berikutnya.
“Harapan kami, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan budaya yang ada, termasuk bahasa Madura agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.