ESTORIA - Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta, menyatakan keberatannya atas penayangan film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Ia meminta film tersebut dihentikan penayangannya dan mengancam akan menempuh jalur hukum apabila karya tersebut terus diputar serta disebarluaskan.

 

Keberatan Mama Sinta berawal dari kemunculan wajah dan dirinya dalam film yang, menurut pengakuannya, ditampilkan tanpa izin maupun persetujuan. Ia mengaku merasa kecewa dan terluka karena tidak pernah diajak berdiskusi sebelum film tersebut dipublikasikan.

 

“Saya sakit hati dan sangat kecewa. Film itu diputar tanpa izin dan tanpa pembicaraan dengan saya. Mereka memutar film ini di berbagai tempat, sementara saya tidak pernah memberikan persetujuan,” ujar Mama Sinta.

 

Langkah hukum pun mulai ditempuh. Didampingi kuasa hukumnya, T.S. Hamonangan Daulay, Mama Sinta melaporkan Ketua LBH Merauke, Johnny Teddy Wakum, ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/05/2026). Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

 

Menurut Hamonangan, pihak yang dilaporkan adalah Johnny Teddy Wakum sebagai individu, yang disebut memiliki peran sebagai penanggung jawab dalam peluncuran film tersebut.