Kondisi Fiskal Jadi Sorotan
Selain faktor eksternal, perhatian investor juga tertuju pada kondisi fiskal pemerintah. Defisit APBN 2025 yang mencapai sekitar Rp695 triliun atau 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi salah satu sumber kekhawatiran pasar karena mendekati batas maksimal defisit yang diatur undang-undang.
Memasuki 2026, tekanan fiskal masih menjadi perhatian. Pada Maret lalu, defisit APBN tercatat sekitar Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB. Meski pada April angkanya membaik menjadi Rp164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB, pelaku pasar tetap mencermati kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan fiskal di tengah kebutuhan belanja negara yang besar.
Sentimen Negatif Menumpuk
Penembusan level Rp18.000 per dolar AS mencerminkan akumulasi berbagai sentimen negatif yang membayangi pasar dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari penguatan dolar akibat konflik geopolitik, keluarnya dana asing dari pasar saham, kekhawatiran terhadap peringkat kredit, hingga sorotan terhadap kondisi fiskal nasional.