Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa konflik Tambak 105 tak lagi sekadar sengketa pengelolaan lahan, melainkan mulai menyeret isu tata kelola aset perusahaan negara.

 

Hingga berita ini ditulis, PT Garam belum memberikan penjelasan resmi terkait tudingan maupun ketegangan yang terjadi di lokasi. Sejumlah pegawai perusahaan yang berada di area tambak juga memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada wartawan.