Namun, di tengah perawatan, kondisi korban memburuk. Nola mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi. Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
"Pada pukul 21.03 WIB, almarhumah dinyatakan meninggal dunia," kata Ketut.
Kemhan menyatakan seluruh peserta yang mengikuti pendidikan, termasuk Nola, telah melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan lolos seleksi. Pemeriksaan tersebut meliputi tes laboratorium darah dan urine, tes kehamilan, rontgen toraks, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.
Menurut Ketut, hasil evaluasi medis terhadap Nola hanya menunjukkan catatan kelebihan berat badan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pendidikan telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur, baik di lingkungan satuan pendidikan maupun setelah dirujuk ke rumah sakit.
Meski demikian, fakta bahwa lima peserta meninggal dunia selama menjalani program pendidikan bela negara memunculkan perhatian publik terhadap pelaksanaan latihan dasar militer SPPI. Kemhan menyebut setiap peserta memiliki kondisi kesehatan dan karakter medis yang berbeda-beda, sementara proses penanganan terhadap seluruh korban diklaim telah dilakukan sesuai standar yang berlaku.