Ia juga mengungkapkan empat peserta penyandang disabilitas berhasil menyelesaikan Latsarmil, yang menurutnya menjadi bukti bahwa intensitas latihan telah disesuaikan dengan kemampuan peserta.

 

Berdasarkan data resmi Kemenhan per 27 Juni 2026, lima peserta yang meninggal dunia adalah Yonanda Mohamad Taufiq, Annisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifqi Renaldi, dan Nola Diasari. Kelimanya dinyatakan meninggal akibat kondisi medis, yakni heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.