Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyatakan Latsarmil tidak dirancang sebagai latihan militer layaknya prajurit, melainkan sebagai pembentukan disiplin, integritas, bela negara, dan etos kerja bagi calon manajer koperasi.

 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan pada tahap awal pelatihan tidak ada kegiatan fisik berat. Peserta hanya mengikuti senam, jalan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta materi pembinaan lainnya yang dinilai sesuai dengan kebutuhan program.

 

"Kegiatan fisik yang dilaksanakan adalah senam, jalan, PBB, dan PPM. Belum ada kegiatan fisik berat," ujarnya dalam konferensi pers di Kemenhan, Sabtu (27/06/2026).

 

Senada, Kepala Pusat Komponen Cadangan (Komcad) Badan Cadangan Nasional Kemenhan, Brigjen TNI Hengki Yuda, menegaskan porsi latihan telah disusun secara terukur karena peserta tidak dipersiapkan menjadi prajurit.

 

"Adik-adik ini disiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, dan etos kerja, sehingga porsinya sejak awal tidak berat," katanya.