Ade menyebut jumlah saksi yang akan dihadirkan berkisar 14 hingga 15 orang. Seluruhnya memiliki pengalaman langsung menempuh pendidikan bersama Jokowi di UGM, termasuk teman satu kelas dan rekan yang pernah menjalani penugasan lapangan bersama.

 

"Ada 14 sampai 15 orang. Teman kuliah semua dari UGM dan fakultas yang sama, lulus tahun yang sama, dan teman satu kelas beliau. Bahkan ada teman yang dulu dikirim ke Aceh bareng," katanya.

 

Menurut Ade, kesaksian para rekan kuliah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran faktual mengenai perjalanan akademik Jokowi sekaligus menjawab berbagai tudingan yang selama ini beredar di ruang publik.

 

"Intinya kita perang dengan kebohongan, lawan hoaks, karena ini adalah kejahatan kekerasan verbal. Tuduhan Pak Jokowi memalsukan ijazah dan teman-temannya palsu itu hal yang tidak beradab, yang memang harus kita luruskan kepada publik," tegasnya.

 

Ia juga menepis anggapan bahwa kehadiran para saksi merupakan permintaan langsung dari Jokowi. Menurutnya, seluruh proses tersebut murni lahir dari inisiatif para sahabat kuliah mantan presiden itu.