Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong hingga kepedulian terhadap lingkungan dinilai relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

 

“Semangat Pramuka harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat,” katanya.

 

Namun, Arif berharap generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan, menciptakan inovasi, sekaligus terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

 

“Pramuka harus mampu menjadi wadah generasi muda untuk belajar, berinovasi, sekaligus mengambil peran nyata dalam pembangunan,” tegasnya.

 

Bappeda Sumenep juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen lainnya. Menurut Arif, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju 2045.