estoria.idKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan. Bareskrim Polri mengungkap dugaan kuat bahwa sebagian besar kebakaran bukan terjadi secara alami, melainkan sengaja dipicu untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit dengan biaya lebih murah.

 

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Moh. Irhamni mengatakan, praktik pembakaran masih menjadi salah satu cara yang dipilih untuk membersihkan lahan sebelum ditanami sawit.

 

“Semua pembukaan lahan sawit rata-rata itu dilakukan dengan membakar lahan,” ujar Irhamni kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

 

Menurutnya, metode tersebut dianggap lebih ekonomis dibandingkan pembukaan lahan menggunakan cara lain. Pelaku memanfaatkan musim panas untuk membakar kawasan, kemudian lahan yang telah dibersihkan disiapkan untuk ditanami ketika musim hujan tiba.

 

“Rekan-rekan tahu ini adalah musim panas, sangat mudah untuk melakukan pembakaran dan dilakukan penanaman perkebunan sawit pada masa musim hujan nantinya,” katanya.