Karena itu, ia mendorong lembaga dan badan otonom NU untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kolaborasi tersebut, pendidikan diharapkan tidak berdiri sebagai program sektoral, melainkan menjadi bagian penting dari gerakan jam’iyah NU.

 

Forum konsolidasi tersebut juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd. Kehadiran unsur pemerintah daerah menjadi ruang untuk memperluas komunikasi sekaligus membuka peluang sinergi antara gerakan pendidikan NU dan pemangku kepentingan pendidikan di Sumenep.

 

Dari kalangan akademisi, dialog menghadirkan Direktur Pascasarjana Universitas Annuqayah, Dr. Damanhuri, serta Wakil Rektor UIN Madura, Prof. Muhammad Ali Al-Humaidy, M.Si.

 

Keduanya turut memberikan perspektif mengenai tantangan dunia pendidikan yang terus berubah. Pembahasan mencakup kesiapan lembaga menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan kompetensi generasi muda, serta pentingnya menjaga pendidikan tetap berpijak pada nilai keislaman dan ke-NU-an tanpa kehilangan daya saing.

 

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah unsur lembaga, badan otonom, dan Aswaja Center NU Kabupaten Sumenep. Keterlibatan berbagai unsur itu memperlihatkan upaya menempatkan pendidikan sebagai agenda kolektif organisasi.