estoria.id — Ada jeda waktu yang mencolok dalam distribusi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan dugaan keracunan ratusan santri di Sidoarjo, Jawa Timur. Makanan disebut sudah matang sejak pagi, tetapi baru tiba di sekolah menjelang siang dan dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menilai persoalan tersebut bukan sekadar kesalahan teknis. Ia bahkan menyebutnya sebagai “kelalaian yang disengaja”.
Menurut Sudaryono, makanan telah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB. Dengan waktu produksi tersebut, makanan semestinya sudah dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB.
Namun, kenyataan di lapangan berbeda.
Pada wadah atau ompreng makanan tercantum batas maksimal konsumsi pukul 10.00 WIB. Anehnya, makanan justru baru dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.30 hingga 11.40 WIB.
Makanan tersebut kemudian baru disantap para penerima manfaat setelah pukul 12.00 WIB.