Meski masih berada dalam kawasan lapas, area tersebut disebut memiliki pembatas dan pagar tersendiri. Akses menuju lokasi juga tidak terbuka bagi sembarang orang.
"Dan itu di luar, dibatasi, masih kawasan ini (lapas), tapi di sana dipagar, dibatasi. Jadi kami tadi kalau nggak, ada semua nanti videonya kami berikan," kata Fikri.
Menurut dia, kondisi bangunan yang ditemukan berbeda dengan fasilitas hunian narapidana yang berada di gedung utama lapas.
Ombudsman kemudian melakukan pemeriksaan terhadap bangunan tersebut. Fikri bahkan menyebut sejumlah bangunan di area itu memiliki karakteristik yang menyerupai apartemen.
"Setelah ketemu di sana, ternyata banyak sekali rumah yang diduga narapidana ada di dalam sana. Artinya ada pembeda dari di sini. Mereka di kamar khusus, mereka di pengawalan, dan sebagainya," jelasnya.