Salah satu sasaran kritiknya adalah Wali Kota New York Zohran Mamdani. Netanyahu menyebut Mamdani "anti-Semit" dan mengklaim banyak warga Yahudi tidak lagi merasa aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota.

 

Mamdani sebelumnya memang pernah menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika pemimpin Israel tersebut berada di New York. Namun, ia kemudian mengakui bahwa kewenangan tersebut tidak berada di tangannya.

 

Netanyahu juga menyerang Inggris dan Prancis yang belakangan semakin terbuka mengkritik Israel. Kedua negara tersebut menjadi bagian dari sejumlah pemerintahan Barat yang meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel terkait konflik di Gaza.

 

Iran dan Erdogan Ikut Diserang

 

Iran menjadi sasaran kritik keras Netanyahu dalam pidatonya. Ia menyebut pemerintahan Iran sebagai "kediktatoran pembunuh" dan menuduh Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir yang dapat mengancam Israel maupun negara lain.