estoria.id - polemik kematian Dani, santri berusia 22 tahun asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep belum sepenuhnya mereda. Di tengah pertanyaan keluarga mengenai penanganan medis sebelum Dani meninggal, keluhan lain justru muncul dari keluarga pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.
Seorang warga Kecamatan Ambunten berinisial AR (34) mengaku kecewa setelah anggota keluarganya yang menggunakan BPJS Kesehatan harus menunggu ketika cairan infus habis. Padahal, menurut AR, kondisi tersebut telah disampaikan kepada petugas rumah sakit.
Pengalaman itu dialami saat anggota keluarganya menjalani perawatan selama tiga hari karena demam. Bagi AR, persoalannya bukan sekadar cairan infus yang habis, melainkan respons petugas ketika keluarga membutuhkan bantuan selama pasien dirawat.
“Yang dialami kami saat berobat di sana (RS BHC Sumenep, red) saat cairan infus pasien habis, tetapi tidak segera diganti oleh petugas medis,” kata AR kepada media ini, Senin (26/10/2026) pagi.
AR mengaku telah memberitahukan kondisi infus kepada petugas. Namun, ia menilai penanganan yang diberikan tidak cukup cepat sehingga menimbulkan kekecewaan di tengah harapan keluarga agar pasien memperoleh perhatian yang semestinya.