Selain menunggu perkembangan dari RS BHC, Komisi IV DPRD Sumenep juga menaruh perhatian pada komitmen DKP2KB Sumenep untuk melakukan investigasi atas kematian pasien.
Menurut Mulyadi, dinas tersebut telah berjanji mengutus tim investigasi untuk menelusuri persoalan yang terjadi. Namun, Komisi IV menilai proses tersebut membutuhkan waktu sehingga tidak tepat jika langsung menuntut hasil hanya dalam satu hingga tiga hari.
“Pihak Dinkes itu kan janji kepada kami akan mengutus tim investigasi terkait dengan persoalan kematian itu,” ujar Mulyadi.
Ia menegaskan, Komisi IV akan kembali menindaklanjuti perkembangan investigasi pada pekan berikutnya.
“Nah, kan tentunya tidak mungkin dong kita hanya memberikan waktu satu sampai tiga hari. Minggu depan, kami akan mem-follow up terkait persoalan itu,” pungkasnya.
Untuk memastikan perkembangan terbaru, redaksi estoria.id kembali menghubungi Mulyadi melalui pesan WhatsApp pada Senin sore (26/10/2026). Konfirmasi tersebut dilakukan untuk menanyakan apakah manajemen RS BHC telah memberikan informasi lanjutan sebagaimana dijanjikan kepada Komisi IV.