ESTORIA – Fakta baru dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) mengungkap sisi kelam Taufik Hidayat (30). Polisi menyebut kekerasan yang dialami korban selama 25 bulan bukan sekadar dipicu rasa cemburu, melainkan diduga berakar dari karakter temperamental tersangka yang telah lama terbentuk.

 

Selama rentang Mei 2024 hingga Juni 2026, YTR diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan secara berulang di empat lokasi berbeda. Kasus ini akhirnya terbongkar setelah korban berhasil keluar dari lingkaran kekerasan yang dialaminya.

 

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan hasil penyidikan menunjukkan tersangka memiliki sifat emosional dan mudah melakukan kekerasan. Temuan itu juga diperkuat oleh keterangan ayah kandung tersangka.

"Karakter tersangka seperti itu. Tersangka temperamental," kata Rudi, Sabtu (27/06/2026).

 

Menurut Rudi, ayah tersangka mengungkapkan bahwa Taufik bahkan tidak segan melampiaskan amarah kepada keluarganya sendiri. Hal-hal sepele, seperti makanan yang tidak sesuai keinginannya saat pulang ke rumah, disebut bisa memicu aksi pemukulan terhadap sang ayah.

 

"Kita periksa orang tuanya, kalau kemauannya tidak dipenuhi, pulang ke rumah tidak dapatkan makanan sesuai harapan, bapaknya dicari dan dipukul," ungkapnya.