Fauzi juga mengingatkan agar peringatan hari jadi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut semestinya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pemerintahan sekaligus mengambil pelajaran dari perjuangan para pendahulu.

 

“Kami memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum merefleksikan perjalanan panjang sejarah pemerintahan dan perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah,” ujarnya.

 

Di tengah berbagai agenda pembangunan, Bupati mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menghidupkan semangat gotong royong. Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh berjalan dengan mengesampingkan tradisi maupun kearifan lokal.

 

Ia menekankan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kemajuan harus tetap berpijak pada identitas budaya masyarakat. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur, kata dia, perlu dirawat agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

 

“Jangan sampai kemajuan pembangunan membuat pemerintah dan masyarakat melupakan akar sejarah serta budaya sendiri. Kearifan lokal harus tetap dijaga dan dirawat karena merupakan identitas sekaligus kekuatan masyarakat,” tegasnya.