Hukum tidak boleh terus-menerus tajam ke bawah tetapi tumpul dan kompromistis ke atas. Demokrasi bukan sebatas proses memilih di bilik suara setiap lima tahun sekali, melainkan hak harian rakyat untuk mengawasi, mengkritik, dan menuntut transparansi penuh atas setiap rupiah uang negara yang digunakan oleh penguasa.

 

Indonesia tidak didirikan untuk menjadi milik segelintir elite atau alat pemuas ambisi kekuasaan. Jika kemerdekaan terus-menerus dirampas dari rakyatnya sendiri, maka kehancuran bangsa ini bukanlah lagi sebuah ancaman di masa depan, melainkan proses yang sedang berlangsung hari ini.

 

*Penulis : Lesty Annatul Annisa' (Ketua Umum HMP PGSD Universitas PGRI Sumenep)