Persoalan utamanya adalah bagaimana kematian seorang pasien ditangani secara bertanggung jawab, bagaimana keluarga memperoleh penjelasan, dan bagaimana publik diyakinkan bahwa pengawasan pelayanan kesehatan benar-benar berjalan.
Nama Said Abdullah perlu diklarifikasi karena muncul dalam keterangan mengenai pemanggilan manajemen. Manajemen BHC perlu menjelaskan agenda keberangkatannya dan memastikan akses terhadap klarifikasi tetap tersedia. Sementara itu, keluarga Firman membutuhkan penjelasan medis yang memadai, bukan sekadar kabar bahwa persoalan sedang ditangani.
Ketiga hal tersebut perlu ditempatkan secara proporsional, tanpa mencampuradukkan hubungan politik, tanggung jawab operasional rumah sakit, dan penentuan penyebab kematian.
Di situlah letak pentingnya keterbukaan.
Sebab, dalam perkara yang menyangkut nyawa manusia, masyarakat tidak membutuhkan pertunjukan saling menunggu. Mereka membutuhkan kepastian bahwa pertanyaan telah diterima, pemeriksaan dilakukan, dan hasilnya akan dijelaskan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.