estoria.id - Ada urusan yang semestinya tidak boleh dibiarkan menggantung, terlebih jika menyangkut kematian seseorang dan pertanyaan sebuah keluarga yang kehilangan orang tercinta.
Di Sumenep, urusan itu kini melekat pada Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC). Seorang pasien meninggal dunia, keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterimanya, sementara upaya awak media memperoleh penjelasan langsung dari manajemen rumah sakit belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Di tengah situasi tersebut, nama Said Abdullah muncul dalam keterangan petugas keamanan rumah sakit. Jajaran manajemen BHC disebut sedang berada di luar kota setelah mendapat panggilan dari tokoh politik tersebut.
Informasi itu menambah satu lapis pertanyaan dalam persoalan yang sejak awal membutuhkan kejelasan.
Bukan karena seseorang tidak boleh melakukan perjalanan atau memenuhi agenda di luar kota. Bukan pula karena setiap pemanggilan oleh tokoh politik otomatis berkaitan dengan persoalan rumah sakit. Yang menjadi soal adalah ketika publik masih menunggu penjelasan mengenai kematian pasien, sementara pihak yang diharapkan dapat memberikan klarifikasi tidak berhasil ditemui.