Pernyataan itu menjadi titik penting dalam polemik yang berkembang. Keluarga membedakan secara tegas antara inisiatif seseorang untuk menjadi penengah dan mandat untuk menyepakati perdamaian.

 

Keduanya memiliki konsekuensi berbeda. Komunikasi untuk meminta penjelasan medis tidak bisa begitu saja ditafsirkan sebagai persetujuan atas penyelesaian suatu persoalan.

 

Y juga menyatakan bahwa hingga keterangannya disampaikan kepada media, pihak RS BHC belum pernah secara langsung mengajukan upaya perdamaian kepada keluarga. Ia menegaskan, keluarga masih menunggu penjelasan mengenai kejadian yang menyebabkan Dani meninggal dunia.

 

“Sampai saat ini RS BHC tidak mengeluarkan statement apa pun dan menjelaskan secara medis tragedi ini terjadi,” ujarnya.

 

Dengan demikian, klaim perdamaian yang beredar masih menyisakan pertanyaan. Belum ada keterangan yang cukup untuk memastikan bahwa keluarga telah menyepakati perdamaian ataupun bahwa Mahmudi telah bertindak dengan mandat tertentu dari keluarga.