Indonesia di Antara Negara-Negara Terjerat Utang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ESTORIA – Lonjakan utang di berbagai negara dunia kian mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius di tingkat global. Sejumlah negara bahkan mencatat rasio utang lebih dari 300 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau lebih dari tiga kali lipat nilai ekonomi tahunan mereka.

Data tersebut terungkap dalam laporan Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis Institute of International Finance (IIF). Laporan ini menghitung total utang secara komprehensif, mencakup sektor rumah tangga, korporasi, hingga pemerintah.

Hasilnya, Hong Kong tercatat sebagai wilayah dengan rasio utang tertinggi di dunia, mencapai 380 persen dari PDB. Sementara Jepang berada di posisi kedua dengan rasio 372 persen.

Tingginya utang Hong Kong terutama didorong oleh sektor korporasi yang menyumbang hingga 227 persen dari PDB. Kondisi ini tak lepas dari karakter ekonomi Hong Kong yang sangat bergantung pada sektor properti. Praktik pembiayaan dengan leverage tinggi dalam industri tersebut turut mendorong lonjakan utang secara signifikan.

Meski demikian, utang pemerintah Hong Kong relatif moderat di angka 67 persen PDB, sementara utang rumah tangga berada di kisaran 86 persen, level yang masih lazim di negara maju.

Berbeda dengan Hong Kong, lonjakan utang di Jepang lebih banyak disebabkan oleh sektor pemerintah. Utang pemerintah Jepang mencapai 199 persen dari PDB, menjadi komponen terbesar dalam total utang negara tersebut.

Kondisi ini merupakan akumulasi kebijakan jangka panjang sejak pecahnya gelembung aset pada awal 1990-an. Dalam menghadapi stagnasi ekonomi, pemerintah Jepang bersama Bank of Japan menerapkan berbagai stimulus, termasuk pelonggaran moneter besar-besaran.

Melalui kebijakan tersebut, bank sentral membeli obligasi pemerintah dalam jumlah besar guna menjaga stabilitas ekonomi. Namun di sisi lain, langkah ini turut mendorong peningkatan utang negara. Saat ini, mayoritas surat utang Jepang dimiliki oleh investor domestik seperti bank dan perusahaan asuransi.

Fenomena tingginya utang tidak hanya terjadi di Jepang. Negara-negara maju lainnya juga menghadapi tekanan serupa. Berbagai krisis global, mulai dari pandemi Covid-19 hingga ketegangan geopolitik, memaksa pemerintah meningkatkan belanja dan pembiayaan.

Selain itu, meningkatnya biaya pinjaman di tengah ketidakpastian ekonomi global turut membebani sektor rumah tangga dan korporasi. Dampaknya, rasio utang di banyak negara tetap tinggi, baik dari sektor publik maupun swasta.

Beberapa negara dengan rasio utang tertinggi antara lain Hong Kong (380 persen), Jepang (372 persen), Singapura (347 persen), Prancis (326 persen), Kanada (315 persen), serta China (298 persen).

Di tengah tren global tersebut, Indonesia justru menunjukkan kondisi yang relatif lebih stabil. Total utang Indonesia tercatat sebesar 79 persen dari PDB, terdiri dari utang pemerintah 40 persen, korporasi nonkeuangan 24 persen, dan rumah tangga 15 persen.

Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban utang terendah di kawasan Asia Tenggara. Rasio utang Indonesia juga lebih rendah dibandingkan Filipina (96 persen), Laos (114 persen), Vietnam (161 persen), Thailand (223 persen), Malaysia (224 persen), hingga Singapura yang mencapai 347 persen.

Dengan angka tersebut, tekanan utang Indonesia dinilai masih cukup terkendali, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara maju dan sejumlah negara besar di Asia. Meski demikian, dinamika utang global tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi ke depan.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marak Kekerasan, KOPRI PMII Sumenep Edukasi Siswa Soal Perlindungan Diri
Dugaan Setoran Raib Picu Protes Nasabah Amartha di Sumenep
Bahas Layanan Kesehatan, Anggota DPRD Jember Malah Main Game dan Merokok
Robot 69 Bahasa Hadir di Haji 2026, Arab Saudi Permudah Jemaah dari Seluruh Dunia
Skandal Hibah Jatim Menggurita, KPK Periksa Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan
Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar
Babak Baru Dimulai, Manuver Militer Iran Bikin Timur Tengah Kian Panas
Universitas Annuqayah Jadi Titik Awal Safari Jurnalistik 2026, Fokus Cetak Jurnalis Kritis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:40 WIB

Marak Kekerasan, KOPRI PMII Sumenep Edukasi Siswa Soal Perlindungan Diri

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:50 WIB

Dugaan Setoran Raib Picu Protes Nasabah Amartha di Sumenep

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:54 WIB

Bahas Layanan Kesehatan, Anggota DPRD Jember Malah Main Game dan Merokok

Senin, 11 Mei 2026 - 20:08 WIB

Robot 69 Bahasa Hadir di Haji 2026, Arab Saudi Permudah Jemaah dari Seluruh Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 16:37 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar

Berita Terbaru

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Sumber Foto: Istimewa)

Opini

Rupiah Terancam Jebol ke Rp18.000 per Dolar AS

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:39 WIB

×