Marak Kekerasan, KOPRI PMII Sumenep Edukasi Siswa Soal Perlindungan Diri

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret sosialisasi pencegahan kekerasan di Aula MA Raudlah Najiyah Lengkong, Bragung, Rabu (13/05/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

i

Potret sosialisasi pencegahan kekerasan di Aula MA Raudlah Najiyah Lengkong, Bragung, Rabu (13/05/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

ESTORIA – Upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak terus digencarkan. Kali ini, KOPRI PC PMII Sumenep turun langsung ke lingkungan pendidikan dengan menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan di Aula MA Raudlah Najiyah Lengkong, Bragung, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa-siswi MTs dan MA Raudlah Najiyah yang tampak antusias sejak awal hingga akhir acara. Mereka aktif menyimak materi hingga terlibat dalam sesi diskusi bersama para pemateri.

Program ini menjadi bagian dari komitmen KOPRI PC PMII Sumenep dalam merespons maraknya kasus kekerasan yang masih kerap terjadi, baik secara langsung di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial. Melalui sosialisasi ini, para pelajar dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan, dampaknya, hingga langkah pencegahan dan perlindungan hukum.

Kepala MA Raudlah Najiyah, K. Syaifuddin Zuhri, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa terhadap bahaya kekerasan.

“Kegiatan ini sangat penting agar siswa memahami risiko dan dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami mengapresiasi KOPRI PMII Sumenep yang telah menghadirkan sosialisasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Ketua KOPRI PC PMII Sumenep, Sahabati Yuliyana Putri, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar agenda organisasi, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap isu sosial yang masih menjadi perhatian serius.

“Kami ingin pelajar memahami bahwa kekerasan masih banyak terjadi di sekitar kita. Penting untuk mengenali bentuknya, mengetahui cara menghindari, serta berani melapor jika menjadi korban atau mengetahui adanya kekerasan,” tuturnya.

Dalam sesi materi, praktisi dari Lembaga Perlindungan Anak, Juwairiyah, menguraikan empat bentuk kekerasan yang kerap terjadi, yakni fisik, verbal, psikis, dan kekerasan siber. Ia juga menekankan pentingnya keberanian korban untuk bersikap tegas.

“Jika mengalami kekerasan verbal, jangan takut untuk membela diri. Namun jika sudah mengarah pada tindakan kekerasan, segera cari bantuan dari pihak yang dipercaya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Unit PPA Polres Sumenep, Ach. Rahftani Abhinaya S., memaparkan aspek perlindungan hukum bagi anak. Ia menjelaskan bahwa penanganan kasus yang melibatkan anak memiliki mekanisme khusus sesuai usia dan sistem peradilan anak. Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 yang mengatur sanksi pidana terhadap pelaku kekerasan seksual.

Materi berikutnya disampaikan Abdul Aziz, S.H., yang menekankan bahwa perlindungan anak telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Ia menyebutkan bahwa anak adalah individu berusia di bawah 18 tahun yang memiliki hak penuh untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan.

Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar bentuk kekerasan, jalur pelaporan, hingga langkah konkret yang harus dilakukan jika menghadapi situasi berbahaya.

Melalui kegiatan ini, KOPRI PC PMII Sumenep berharap kesadaran pelajar semakin meningkat untuk menjaga diri, saling menghargai, serta berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Setoran Raib Picu Protes Nasabah Amartha di Sumenep
Bahas Layanan Kesehatan, Anggota DPRD Jember Malah Main Game dan Merokok
Robot 69 Bahasa Hadir di Haji 2026, Arab Saudi Permudah Jemaah dari Seluruh Dunia
Skandal Hibah Jatim Menggurita, KPK Periksa Anggota DPRD Bangkalan dan Pamekasan
Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar
Babak Baru Dimulai, Manuver Militer Iran Bikin Timur Tengah Kian Panas
Universitas Annuqayah Jadi Titik Awal Safari Jurnalistik 2026, Fokus Cetak Jurnalis Kritis
BSU Rp600 Ribu Disebut Cair Diam-Diam? Simak Fakta Sebenarnya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:40 WIB

Marak Kekerasan, KOPRI PMII Sumenep Edukasi Siswa Soal Perlindungan Diri

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:50 WIB

Dugaan Setoran Raib Picu Protes Nasabah Amartha di Sumenep

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:54 WIB

Bahas Layanan Kesehatan, Anggota DPRD Jember Malah Main Game dan Merokok

Senin, 11 Mei 2026 - 20:08 WIB

Robot 69 Bahasa Hadir di Haji 2026, Arab Saudi Permudah Jemaah dari Seluruh Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 16:37 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar Tembus Rp17.700 di Bank-Bank Besar

Berita Terbaru

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Sumber Foto: Istimewa)

Opini

Rupiah Terancam Jebol ke Rp18.000 per Dolar AS

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:39 WIB

×