Meski demikian, dukungan publik terhadap pembatasan tersebut ternyata cukup besar. Berdasarkan survei Pew Research Center yang dilakukan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026, hampir enam dari sepuluh warga dewasa di Amerika Serikat mendukung larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Sebaliknya, sekitar satu dari lima responden menyatakan tidak setuju, sementara seperempat lainnya masih belum menentukan sikap terhadap rencana tersebut.
Tak hanya Amerika Serikat dan Australia, sejumlah negara lain seperti Kanada dan Inggris juga tengah mempertimbangkan regulasi serupa. Bahkan di AS, selain Ohio, negara bagian California juga mulai mengkaji aturan pembatasan akses media sosial bagi anak.
Hasil survei Pew juga menunjukkan bahwa dukungan terbesar datang dari kalangan orang tua yang memiliki anak di bawah usia 18 tahun. Selain itu, gagasan pembatasan media sosial memperoleh dukungan lintas partai, baik dari pendukung Partai Republik maupun Partai Demokrat.
Tak hanya mendukung pembatasan usia, mayoritas warga AS juga menginginkan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan media sosial oleh anak. Sebanyak 85 persen responden mendukung kewajiban persetujuan orang tua sebelum anak membuat akun media sosial.