Rangkaian kegiatan tersebut berhasil menarik lebih dari 614 ribu pengunjung, melibatkan 1.326 pelaku UMKM, serta membuka ruang bagi lebih dari 18 ribu pekerja seni dan komunitas kreatif. Dari aktivitas tersebut, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp661,15 miliar.
Tak hanya konser dan festival musik, sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) juga mencatat performa positif. Sebanyak 11 event MICE yang digelar selama Januari hingga Juni 2026 turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Bahkan, dua di antaranya menghasilkan potensi transaksi senilai Rp485,5 miliar dan potensi devisa sebesar Rp347,6 miliar.
Widiyanti menilai capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata dan industri kreatif semakin berperan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia meraih penghargaan Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, ditambah tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai event internasional, menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dan hiburan kelas dunia.