Bagi sebagian korban, pengalaman tersebut bahkan membuat makanan yang disajikan menggunakan nampan atau ompreng menjadi sesuatu yang menimbulkan kecemasan.
Ironisnya, pada malam yang sama ketika sebagian warga di Jakarta berebut ompreng sebagai bagian dari simbol program pemerintah, sebagian korban di Sumatera Utara masih berusaha memulihkan rasa percaya mereka terhadap makanan MBG.
Tangis Ibu di Hadapan Kepala BGN
Kisah lain muncul dari seorang ibu yang menemui Sudaryono di RS Efarina Etaham.
Dengan suara bergetar dan air mata yang terus mengalir, perempuan tersebut mempertanyakan kondisi anaknya.
Anaknya, seorang siswa SMA Negeri 1 Berastagi, disebut mulai mengalami sesak napas sejak Kamis. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Amanda.