Begitu kendaraan BGN mendekat, kerumunan sontak bergerak maju.

 

Warga berebut mendapatkan ompreng yang dibagikan. Sebagian orang bahkan mengangkat tangan setinggi mungkin agar bisa memperoleh satu. Ada pula orang tua yang menggendong anak mereka, berharap petugas di atas kendaraan melihat dan memberikan ompreng tersebut.

 

Pemandangan itu memperlihatkan antusiasme publik yang masih begitu besar terhadap simbol program MBG.

 

Tetapi di balik kemeriahan tersebut, terdapat cerita lain yang jauh lebih sunyi.

 

Di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih ada anak-anak yang harus menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG.