Di Berastagi, Kabupaten Karo, pada 13 Agustus, ratusan siswa dari SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.

 

Data mengenai jumlah korban dalam laporan yang beredar memang bervariasi, mulai dari sekitar 255 hingga 289 siswa. Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa pendataan korban masih menjadi bagian penting yang harus diperjelas dalam penanganan kasus.

 

Di daerah lain, dugaan kasus serupa juga dilaporkan.

 

Sebanyak 134 santri dan pengajar di Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kota Sukabumi, disebut mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap makanan MBG.

 

Sementara di Dumai, Riau, sedikitnya 38 siswa juga dilaporkan mengalami gejala serupa.