Sempat diperbolehkan pulang, kondisi sang anak justru kembali memburuk.
Ia kembali mengalami mual dan gatal-gatal sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kali ini, perawatan dilanjutkan di RS Efarina Etaham.
Di hadapan Kepala BGN, sang ibu meminta jawaban yang menurutnya jauh lebih penting daripada sekadar permintaan maaf.
“Pak, permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan. Apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya? Agar kami tahu bagaimana mengobatinya,” ujarnya sambil menangis.
Pertanyaan itu menjadi gambaran keresahan orang tua korban.